GIZI DAN DIET IBU HAMIL PADA PRE EKLAMSIA DAN FAKTOR TERJADINYA PRE EKLAMSIA

http://www.blogger.com/rearrange?blogID=4052250659247762996

Jumat, 28 Januari 2011

GIZI DAN DIET IBU HAMIL PADA PRE EKLAMSIA DAN FAKTOR TERJADINYA PRE EKLAMSIA

GIZI DAN DIET IBU HAMIL
PADA PRE EKLAMSIA
DAN FAKTOR TERJADINYA PRE EKLAMSIA

PENDAHULUAN
Kita mungkin asing dengan kata preeklampsia, Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.




Preeklampsia
1. Pengertian
Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan, juga disebut toksemia, yang terjadi ketika tekanan darah seorang wanita hamil menjadi sangat tinggi. Dia juga akan mengalami pembengkakan parah di kaki dan memiliki protein dalam urin nya. Baca terus untuk mengetahui bagaimana Anda dapat mendiagnosa preeklamsia dan tahu jika Anda berada pada risiko untuk mengembangkan gangguan tersebut.
Menurut Teori

a. Pre eklampsia (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. (Manuaba, 1998).
b. Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. Superimposed preeklampsia-eklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Menurut (Mansjoer et.al 2000)
c. Pre ekalmpsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi.Sumperimposed preeklampsia-ekklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik.
d. Menurut kamus saku kedokteran Dorland, preeclampsia adalah toksemia pada kehamilan lanjut yang ditandai oleh hipertensi,edema, dan proteinuria. Eklampsia adalah konvulsi dan koma, jarang koma saja, yang terjadi pada wanita hamil atau dalam masa nifas dengan disertai hipertensi, edema dan atau proteinuria.
2. Klasifikasi Pre eklampsia
Pre eklampsia digolongkan ke dalam Pre eklampsia ringan dan Pre eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut:
a. Pre eklampsia Ringan
1) Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
2) Tekanan darah diastolic 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
3) Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu. Edema umum, kaki, jari tangan dan muka.
4) Proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif 1 sampai 2 pada urin kateter atau urin aliran pertengahan.

b. Pre eklampsia Berat
Diagnosa PEB ditegakkan apabila pada kehamilan >20 minggu didapatkan satu/lebih gejala/tanda di bawah ini:
1) Tekanan darah 160/110 mmHg
a) Ibu hamil dalam keadaan relaksasi (pengukuran tekanan darah minimal setelah istirahat 10 menit)
b) Ibu hamil tidak dalam keadaan his.
 Oigouria, urin kurang dari 500 cc/24 jam.
 Poteinuria 5 gr/liter atau lebih atau 4+ pada pemeriksaan secara kuantitatif.
 Terdapat edema paru dan sianosis.
 Gangguan visus dan serebral.
 Keluhan subjektif
c) Nyeri epigastrium
d) Gangguan penglihatan
e) Nyeri kepala
f) Gangguan pertumbuhan janin intrauteri.
g) Pemeriksaan trombosit

3. Pencegahan kejadian Pre eklampsia dan eklampsia
Pre eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan ynag berkelanjutan dengan penyebab yang sama. Oleh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Untuk mencegah kejadian Pre eklampsia ringan dapat dilakukan nasehat tentang dan berkaitan dengan:
a. Diet-makanan
Makanan tinggi protein, tinggi karbohidrat, cukup vitamin dan rendah lemak. Kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.
b. Cukup istirahat
Istirahat yang cukup pada saat hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya disesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring kearah kiri sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan.
c. Pengawasan antenatal (hamil)
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan. Keadaan yang memerlukan perhatian:
1) Uji kemungkinan Pre eklampsia:
a) Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya
b) Pemeriksaan tinggi fundus uteri
c) Pemeriksaan kenaikan berat badan atau edema
d) Pemeriksaan protein dalam urin
e) Kalau mungkin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, gambaran darah umum dan pemeriksaan retina mata.
2) Penilaian kondisi janin dalam rahim.
a) Pemantauan tinggi fundus uteri
b) Pemeriksaan janin: gerakan janin dalam rahim, denyut jantung janin, pemantauan air ketuban
4. Penanganan Pre eklampsia
A.Penanganan Pre eklampsia Ringan
Penanganan Pre eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal. Pre-eklampsi dan eklampsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam. Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. sangat penting untuk menjalani tirah baring. Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar. Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah). Jika pre-eklamsinya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari. Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin. Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Pada Pre eklampsia ringan penanganan simptomatis dan berobat jalan dengan memberikan:
1) Sedativa ringan
2) Obat penunjang
3) Nasehat
a) Lebih banyak istirahat baring penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.
b) Segera datang memeriksakan diri, bila tedapat gejala sakit kepala, mata kabur, edema mendadak atau berat badan naik. Pernafasan emakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran makin berkurang, gerak janin melemah-berkurang, pengeluaran urin berkurang.
4) Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat.
Petunjuk untuk segera memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut:
1. Bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih
2. Protein dalam urin 1 plus atau lebih
3. Kenaikan berat badan ½ kg atau lebih dalam seminggu
4. Edema bertambah dengan mendadak
5. Terdapat gejala dan keluhan subjektif.
Bila keadaan ibu membaik dan tekanan darah dapat dipertahankan 140-150/90-100 mmHg, tunggu persalinan sampai aterm sehingga ibu dapat berobat jalan dan anjurkan memeriksakan diri tiap minggu. Kurangi dosis obat hingga tercapai dosis optimal. Bila tekanan darah sukar dikendalikan, berikan kombinasi obat. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 120/80 mmHg. Tunggu pengakhiran kehamilan sampai 40 minggu, kecuali terdapat pertumbuhan terhambat, kelainan fungsi hepar/ginjal, dan peningkatan proteinuria (3). Pada kehamilan >37 minggu dengan serviks matang, lakukan induksi persalinan. Persalinan dapat dilakukan spontan atau dipercepat dengan ekstraksi.
B. Penanganan Pre eklampsia Berat
Bidan yang mempunyai polindes dapat merawat penderita Pre eklampsia berat untuk sementara, sampai menunggu kesempatan melakukan rujukan sehingga penderita mendapat pertolongan yang sebaik-baiknya.
Penderita diusahakan agar:
1) Terisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara ataupun sinar.
2) Dipasang infus glukosa 5%
3) Dilakukan pemeriksaan:
 Pemeriksaan umum: pemeriksaan tiap jam; tekanan darah, nadi, suhu dan pernafasan.
 b) Pemeriksaan kebidanan: pemeriksaan denyut jantung janin tiap 30 menit, pemeriksaan dalam (evaluasi pembukaan dan keadaan janin dalam rahim).
 Pemasangan dower kateter
 Evaluasi keseimbangan cairan
 Pemberian MgsO4 dosis awal 4 gr IV selama 4 menit
4) Setelah keadaan Pre eklampsia berat dapat diatasi, pertimbangan mengakhiri kehamilan berdasarkan:
a. Kehamilan cukup bulan
b. Mempertahankan kehamilan sampai mendekati cukup bulan
c. Kegagalan pengobatan Pre eklampsia berat kehamilan diakhiri tanpa memandang umur.
d. Merujuk penderita ke rumah sakit untuk pengobatan yang adekuat.
Mengakhiri kehamilan merupakan pengobatan utama untuk memutuskan kelanjutan Pre eklampsia menjadi eklampsia. Dengan perawatan sementara di Polindes, maka melakukan rujukan penderita merupakan sikap yang paling tepat.
5. Diet Komplikasi Kehamilan Pre Eklampsia dan Eklamsia
a. Tujuan Diet
1) Mencapai dan mempertahankan status gizi normal
2) Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal
3) Mencegah atau mengurangi tekanan darah normal
4) Mencapai keseimbangan nitrogen
5) Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal
6) Mengurangi atau mencegah timbulnya faktor risiko lain atau penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan
b. Syarat Diet
Syarat-syarat diet preeklampsia adalah:
1) Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara berangsur-angsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energi tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
2) Garam diberikan rendah sesuai dengan berat-ringannya retensi garam atau air. Penambahan berat badan diusahakan di bawah 3 kg/bulan atau di bawah 1 kg/minggu.
3) Protein tinggi (1 ½ g/kg berat badan)
4) Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda
5) Vitamin cukup; vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi
6) Mineral cukup terutama kalsium dan kalium
7) Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien
8) Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oliguria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cara yang keluar melalui urin, muntah, keringat, dan pernafasan.

c. Macam diet dan indikasi pemberian
1). Diet preeklampsia I
Diet preeclampsia I diberikan pada pasien preeclampsia berat. Diet preeklampsia I diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia I atau kepada pasien preeklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya.

2) Diet preeklampsia II
Diet preeklampsia II diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia I atau kepada pasien preeklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. Makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya.
2). Diet preeklampsia III
Diet preeklampsia III diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia II atau kepada pasien preeklampsia ringan. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini cukup semua zat gizi. Jumlah energi harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg tiap bulan.
d. Bahan Makanan Sehari
Bahan Makanan Diet Pre-eklamsia I Diet Pre-eklamsia II Diet Pre-eklamsia III
Berat (g) Jumlah Berat (g) Jumlah Berat (g) Jumlah
Beras - - 150 3 gls tim 200 4 gls tim
Telur - - 50 1 btr 50 1 btr
Daging - - 100 2 ptg 100 2 ptg sdg
Tempe - - 50 2 ptg 100 4 ptg sdg
Sayuran - - 200 2 gls 200 2 gls
Sari buah/buah 1000 5 400 4 ptg sdg 400 4 ptg sdg pepaya
Gula pasir 80 8 30 3 sdm 30 3 sdm
Minyak nabati - - 15 1 ½ sdm 25 2 ½ sdm
Susu bubuk * 75 15 25 5 sdm 50 10 sdm

*) Susu khusus ibu hamil. Bila diberikan susu biasa, energi hanya sebagian yang terpenuhi
e. Nilai gizi
Diet Pre eklamsia I Diet Pre eklamsia II Diet Pre eklamsia III
Energi (kkal) 1032 1604 2128
Protein (g) 20 56 80
Lemak (g) 19 44 63
Karbohidrat (g) 211 261 305
Kalsium (mg) 600 500 800
Besi (mg) 6,9 17,3 24,2
Vitamin A (RE) 750 2796 3035
Tiamin (mg) 0,5 0,8 1,0
Vitamin C (mg) 246 212 213
Natrium (mg) 228 248
.
f. Pembagian bahan makanan sehari
Waktu Bahan Makanan Jumlah
Pukul 06.00 Teh 1 gls
Pukul 08.00 Sari tomat 1 gls
Susu 1 gls
Pukul 10.00 Sari jeruk 1 gls
Pukul 13.00 Sari alpokat 1 gls
Susu 1 gls
lPukul 16.00 Sari tomat 1 gls
susu 1 gls
Pukul 18.00 Sari pepaya 1 gls
Sari jeruk 1 gls
Pukul 20.00 Teh 1 gls
Susu 1 gls




g. Pembagian bahan makanan sehari diet pre eklamsia II & III
Waktu Bahan makanan Diet pre eklamsia II Diet pre eklamsia III
Berat (g) urt Berat(g) urt
Pagi Beras 50 1 gls tim 50 1 gls tim
Telur ayam 50 1 btr 50 1 btr
Sayuran 5 ½ sdm 50 ½ sdm
Minyak 5 5 sdm 5 ½ sdm
Susu bubuk 25 1 sdm 25 5 sdm
Gula pasir 10 1 sdm 10 1 sdm
Pukul 10.00 Buah 100 1 ptg sdg pepaya 100 1 ptg sdg pepaya
Gula pasir 10 1 sdm 10 1 sdm
Siang Beras 50 1 gls nasi 75 1 ½ gls nasi
Daging 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Tahu 50 ½ bh besar 100 1 bh besar
Sayuran 75 ¾ gls 100 1 bh besar
Buah 100 1 ptg sdg papaya 100 1 ptg sdg papaya
Minyak 5 ½ sdm 10 1 sdm
Pukul 16.00 Buah 100 1 ptg sdg 100 1 ptg sdg
Gula pasir 10 1 sdm 10 1 sdm
Susu bubuk - - 25 5 sdm
Malam Beras 50 1 gls nasi 75 1½ gls nasi
Ikan 50 1 ptg sdg 50 1 ptg sdg
Tempe 25 1 ptg dg 50 2 ptg sdg
Sayuran 75 ¼ gls 75 ¾ gls
Buah 100 1 ptg sdg papaya 100 1 ptg sdg papaya
Minyak 5 ½ sdm 10 1 sdm


h. Contoh menu sehari
Pagi Siang Malam
Nasi tim Nasi tim Nasi tim
Telur ceplok air Daging bumbu terik Ikan bumbu kuning
Tumis kacang panjang toge Tahu bacam Gandong tahu
Susu pisang Jeruk
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20,00
Selada buah Jeruk The


Faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia atau Jarang Kemasukan Sperma
PREEKLAMSIA menduduki peringkat kedua penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia. Dan salah satu faktor resiko terjadinya preeklamsia adalah jarang terpapar sperma. Preeklamsia atau disebut juga toksemia adalah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) pada kehamilan yang disertai adanya protein di urine setelah kehamilan 20 minggu (5 bulan). Preeklamsia yang di sertai kejang disebut Eklamsia. ”Salah satu faktor risiko terjadinya Preeklamsia pada ibu hamil adalah jarang terpapar sperma, ”jelas Dr. Med Damar Prasmu Menurut Dr. Damar,maksud jarang terpapar sperma disini adalah pasangan pada awal pernikahan memutuskan untuk kontrasepsi barrier (menggunakan kondom), sinto, SpOG
Pertama kali menjadi ayah dan sperma berasal dari oraqng lain (donor imsemnasi).”Hal ini disebabkan karena faktor imunologi. Jadi ada ketidaksesuian antara gen ibu dan ayah, sehingga ketikamsi ibu hamil terjadi penolakan gen ayah. Inilah yang menjadi faktor risikonya,”jelas Dr Damar lebih lanjut. Dr Damar menjelaskan, pada saat plasenta masih berada di rahim maka terjadi pembentukan pembuluh darah baru. Pada ibu hamil dengan tekanan darah normal, maka pembuluh darah akan lebar. Ketika terjadi penolakan Gen, maka pembuluh darah baru tersebut akan sempit dan tekanannya menjadi tinggi.
Selain jarang terpapar sperma, faktor risiko yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:
1. Kehamilan pertama
2. Pernah terjadi Preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
3. Kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilannya sebelumnya
4. Usia saat hamil kurag dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
5. Terlahir dengan pertumbuhan janin terhambat
6. Riwayat Preeklamsia di keluarga (Khususnya ibu atau saudara perempuan)
7. Indeks massa tubuh diatas 35
8. Sebelum hamil pernah mengalami hipertensi kronis, migrain, diabetes, penyakit
9. Ginjal, maupun rheumatoid arthritis
10. Kehamilan kembar
11. Donasi Sel telur
12. Infeksi saluran kemih
13. Kelainan Janin

Menurut Dr Damar, tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat berdampak bagi ibu dan anak, yaitu:
Pada Ibu.
1. Jangka pendek menyebabkan sindrom HELLP (adanya hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar), edema pulmonium dan eklamsia.
2. Jangka panjang menyebabkan penyakit kardiovaskolar dan diabetes melitus tipe 2
Pada bayi.
1. Cerebral palsy
2. Diebetes Melitus tipe 2
3. Penyakit kardiovaskular
4. Obesitas
5. PCO (Polycistic Ovarium)
6. Teratozoospermia (bentuk sperma tidak normal)















KESIMPULAN

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan, juga disebut toksemia, yang terjadi ketika tekanan darah seorang wanita hamil menjadi sangat tinggi. Dia juga akan mengalami pembengkakan parah di kaki dan memiliki protein dalam urin nya.
Pre eklampsia digolongkan ke dalam Pre eklampsia ringan dan Pre eklampsia berat.
Penanganan Pre eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal. Pre-eklampsi dan eklampsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam. Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. sangat penting untuk menjalani tirah baring.
Selain jarang terpapar sperma, faktor risiko yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut: Kehamilan pertama, Pernah terjadi Preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, Kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilannya sebelumnya, Usia saat hamil kurag dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun, Terlahir dengan pertumbuhan janin terhambat, Riwayat Preeklamsia di keluarga (Khususnya ibu atau saudara perempuan), Indeks massa tubuh diatas 35, Sebelum hamil pernah mengalami hipertensi kronis, migrain, diabetes, penyakit, Ginjal, maupun rheumatoid arthritis, Kehamilan kembar, Donasi Sel telur, Infeksi saluran kemih, dan Kelainan Janin.







 http://911medical.blogspot.com/2010/05/askep-preeklamsia-makalah-diet-ibu.html
 http://www.suite101.com/content/pregnancy-nutrition-and-preeclampsia-a99460
 http://www.life123.com/parenting/pregnancy/miscarriage/nutrition-for-pre-eclampsia.shtml
 http://lailynad-iis.blogspot.com/2010/04/diet-pada-ibu-hamil-dengan-pre.html
 http://www.healthbreakthroughs.net
 http://downloads.ziddu.com/downloadfile/13440959/gizi-ibu-hamil.ppt.html
 http://journals.lww.com/epidem/Abstract/1999/09000/Familial_Occurrence_of_Preeclampsia.9.aspx
 http://wombecology.com/preeclampsia.html
 http://eprints.undip.ac.id/4116/
 http://www.ibubayi.com/info-balita/faktor-risiko-terjadinya-preeklampsia-atau-jarang-kemasukan-sperma.html
 http://widiantopanca.blogdetik.com/obgin/pre-eklampsia-dan-eklampsia/
 http://e-kehamilan.blogspot.com/2009/05/preeklamsia-pada-kehamilan.html
 http://www.beritaterkinionline.com/2010/02/preeklampsia-pada-kehamilan.html
 http://www.okbangetz.com/tag/preeklamsia-pada-ibu-hamil/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar